Pages - Menu

Minggu, 23 Maret 2014

Pengaruh Suku Bunga Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Suatu Negara

         Suku bunga adalah  tolak ukur dari kegiatan perekonomian dari suatu negara yang akan mengakibatkan pada kegiatan berputannya arus keuangan perbankan, inflasi, investasi dan pergerakan currency.

            Biasanya negara-negara besar  (merupakan negara yang memiliki currency terbesar dalam transaksi di bursa), Kegiatan kegiatan  ekonomi yang terjadi di negara-negara tersebut memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap fundamental perekonomian dunia.

            Naiknya suku bunga yang dilakukan oleh bank Sentral, maka hal positif adalah akan  adanya respon oleh para pelaku pasar dan para penanam modal untuk memanfaatkan moment tersebut untuk meningkatkan produksi dan menanamkan investasinya.

            Dengan hal itu, akan berdampak juga pada jumlah produksi yang bertambah dan tenaga kerja yang juga akan semakin bertambah. Akibatnya ekspor bertambah dan jumlah pengangguran menurun, sehingga devisa yang masuk ke negara tersebut semakin menguatkan dollar terhadap matauang lain.

         Dan ada pula sebaliknya, bila saja suku bunga menurun, produksi industri akan berkurang, karena produsen akan membatasi kerugian. Apabila jumlah produksi berkurang, maka akan melemahkan mata uang tersebut.  

         Kenaikan suku bunga itulah yang sangat  dikhawatirkan oleh para kreditur dan tingkat penjualan perumahan yang semakin menurun karena membuat pajak pinjaman modal dan kredit perumahan semakin meningkat, tanpa didukung dalam kelancaran produksi dan bisnis yang penunjang, akan berimbas pada kredit macet.

            Beberapa hal yang harus di tela’ah dan diwaspadai dalam menaikkan dan menurunkan suku bunga, yang semuanya harus berpihak pada kesejahteraan rakyat dalam negeri sebagai prioritas utama.

Dampak ekonomi dari  sebuah perubahan suku bunganya diantaranya akan berpengaruh padaadalah:

• GDP (Gross Domestik Product)
                Sebagai Penentu tingkat kesehatan atas pertumbuhan ekonomi suatu negara. GDP adalah indeks utama sistem akun nasional (Sistem of National Accounts - SNA) yang dikarakteristik oleh hasil final dari kesatuan aktifitas program ekonomi - penduduk, dan pengukuran biaya barang dan jasa, yang diproduksi oleh kesatuan untuk penggunaan akhir. GDP adalah indeks utama, yang menunjukkan kondisi ekonomi nasional. GDP adalah indikator produk manufaktur, yang berjumlah pada biaya produksi final barang dan jasa.

• Kredit Perumahan Rakyat

                Pengadaan perkreditan rumah merupakan bagian terpenting dalam meningkatnya kesejahteraan hidup manusia. Dalam hal ini terletak pada kemampuan dirinya untuk memacu perubahan kondisi perekonomian, dan dapat memprediksi pertumbuhan tingkat Pertumbuhan itu sendiri. Dan turunnya jumlah unit perumahan baru dapat memperlambat perekonomian dan mendorong ke arah resesi. Tapi sebaliknya jika jumlah unit bertambah mengidentifikasi perekonomian.
        
• Tingkat Pengangguran (Unemployment Rate)

                Hal hal penting yang harus di cermati dalam kebijakan naik dan turunya suku bunga, apakah semakin meningkatkan sebuah peluang usaha atau malah meningkatkan PENGANGGURAN dan PHK. Dan perlu dipahami pula penyebab PHK atau pengangguran  terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara lapangan pekerjaan dengan manusia yang membutuhkan pekerjaan 
       
                Namun Disisi lain, suku bunga adalah harga yang harus dibayar oleh pihak bank atau peminjam lainnya untuk memanfaatkan uang selama jangka waktu tertentu. Berdasarkan halk  tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa suku bunga itu merupakan balas jasa yang akan diterima kemudian atas pengorbanan yang dilakukan atau kata lain suku bunga adalah harga dari penggunaan uang atau sebagai sewa penggunaan uang dalam jangka waktu tertentu
.
                PadaDasar utamnya suku bunga adalah harga atas penggunaan uang atau sebagai sewa atas penggunaan uang dalam jangka waktu tertentu, yang umumkan dalam 'persentase'.

            Tiap  masyarakat (atau investor)  yang melakukan interaksi dengan bank, baik interaksi dalam bentuk simpanan, maupun pinjaman (kredit), akan selalu terkait dan dikenakan dengan yang namanya bunga. Bagi masyarakat  (atau investor) yang menanamkan dananya pada bank, baik itu simpanan tabungan, deposito dan giro akan diberikan suku bunga simpanan (dalam bentuk %).
            Suku bunga ini merupakan Sentuhan dari bank agar masyarakat mau menanamkan dananya pada bank. Semakin tinggi suku bunga simpanan, maka masyarakat akan semakin giat untuk menanamkan dananya pada bank, dikarenakan harapan mereka untuk memperoleh keuntungan.

           Dan begitu sebaliknya, semakin rendah suku bunga simpanan, maka minat masyarakat (atau investor) dalam menabung akan berkurang sebab masyarakat berpandangan tingkat keuntungan yang akan mereka peroleh dimasa yang akan datang dari bunga adalah sangat  kecil. 






sumber - sumber :
http://tradingshm.blogspot.com/2013/11/bi-rate-dampak-kenaikan-suku-bunga.html




Tidak ada komentar:

Posting Komentar