Pages - Menu

Selasa, 18 Juni 2013

PERENCANAAN USAHA BARU


1.       Pengertian perencanaan
Dikemukakan oleh Erly Suandy (2001:2)
“Secara umum perencanaan merupakan proses penentuan tujuan organisasi (perusahaan) dan kemudian menyajikan (mengartikulasikan) dengan jelas strategi-strategi (program), taktik-taktik (tata cara pelaksanaan program) dan operasi (tindakan) yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan secara menyeluruh.”

Definisi tersebut dianalisis bahwa perencanaan adalah sebuah langkah awal dalam (perushaan) untuk mengejar tujuan yang diharapkan, dan  dengan memanage dan mengatur strategi yang baik  dapat meberikan hasil  yang baik secara menyeluruh. Definisi diatas dapat disimpulkan bahwa perencanaan menggunakan beberapa aspek yakni :
-        Penentuan tujuan yang akan dicapai.
-        Memilih dan menentukan cara yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan atas dasar alternatif yang dipilih.
-        Usaha-usaha atau langkah-langkah yang ditempuh untuk mencapai tujuan atas dasar alternative yang dipilih.

Unsur-unsur perencanaan

·   Tindakan apa yang harus dikerjakan
·   Apa sebabnya tindakan tersebut harus dilakukan
·   Dimana tindakan tersebut dilakukan
·   Kapan tindakan tersebut dilakukan
·   Siapa yang akan melakukan tindakan tersebut
·   Bagaimana cara melaksanakan tindakan tersebut

Pendapat lain mengatakan bahwa suatu rencanan harus mengandung unsur-unsur :
1. Tujuan. Suatu rencana yang akan dilaksanakan harus mempunyai tujuan yang jelas dan mempunyai batasan akan tujuan tersebut (fokus). Dalam batasan ini dirinci tentang limit waktu yang akan dipakai, bagaimana cara pencapaian tujuan tersebut dan lain sebagainya.
2. Politik. Yang dimaksud dengan politik ini adalah kewenangan, delegasi dan pertanggung jawaban dalam pelaksanaan sebuah rencana. Sehingga tujuan yang telah direncanakan akan berhasil.
3. Prosedur, merupakan urutan tindakan atau kegiatan yang terorganisir dalam rangka pencapaian tujuan tersebut.
4. Anggaran atau budget merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam pencapaian tujuan. Anggaran ini harus dibuat serealistis mungkin, sehingga beban dari pelaksanaan ini tidak tidak lah begitu berat.
5. Program, merupakan gabungan dari politik, prosedur dan anggaran serta perlu adanya alternatif tujuan bilamana tujuan utamanya tidak tercapai sebagaimana yang diharapkan.


Alasan utama diperlukan perencanaan
-        Perencanaan digunakan sebagai standar pengawasan, yaitu mencocokan pelaksanaan dengan perencanaannya.
-        Mengetahui kapan pelaksanaan dan selesainya suatu kegiatan.
-        Mengetahui siapa saja yang terlibat (struktur organisasinya), baik kualifikasinya maupun kuantitasnya.
-        Mendapatkan kegiatan yang sistematis termasuk biaya dan kualitas pekerjaan.
-        Meminimalkan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif dan menghemat, biaya, tenaga, dan waktu.
-        Memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai kegiatan pekerjaan.
-        Menyerasikan dan memadukan beberapa sub kegiatan.
-        Mendeteksi hambatan kesulitan yang bakal ditemui.
-        Mengarahkan pada pencapaian tujuan

Manfaat perencanaan

1. Standar pelaksanaan dan pengawasan
2. Pemilihan berbagai alternative terbaik
3. Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan
4. Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi
5. Membantu manajer menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan
6. Alat memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait
7. Alat meminimalkan pekerjaan yang tidak pasti

Tipe perencanaan

Berdasarkan luas cakupan masalah yang dihadapi manajer dalam suatu organisasi serta jangka waktu yang berada dalam suatu rencana maka, tipe perencanaan terbagi menjadi 3 yaitu rencana global, rencana strategik, dan rencana operasional.
Rencana global merupakan tujuan suatu organisasi secara menyeluruh. Tujuan akhir rencana ini bersiffat jangka panjang. Dalam pengembangan rencana ini harus memperhatikan situasi dan kondisi serta perkembangan organisasi di masa yang akan datang.
Rencana stategik merupakan rencana jangka panjang yang tersusun dan digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.



Klasifikasi perencanaan
Klasifikasi perencanaan pada dasarnya dapat dibedakan berdasarkan kriteria:

Sifat dari tujuan perencanaan
Klasifikasi berdasarkan sifat dari tujuan perencanaan disebut juga sebagai goal-oriented.Pendekatan yang berorientasi pada tujuan ini dapat dilakukan untuk klasifikasi yang lebih rinci lagi, dengan bertumpu pada identifikasi  tujuan yang lebih spesifik. Misalnya : perencanaan publik, perencanaan privat atau korporat.

Lingkup aktivitas perencanaan yang tercakup
Berdasarkan lingkup substansinya, perencanaan diklasifikasikan menurut obyek utama yang menjadi fokus perencanaan secara sektoral; misalnya perencanaan ekonomi, perencanaan sosial, perencanaan sumberdaya alam dan lingkungan, perencanaan fisik atau spasial. Perencanaan lain diklasifikasikan berdasarkan sektornya, misalnya : perencanaan pertanian, perencanaan industri, transportasi, dan lainnya.

Hirarki spasial
Adalah perencanaan berdasarkan hirarki spasial dimana aktivitas perencanaan tersebut dilakukan. Misalnya perencanaan pembangunan nasional, perencanaan wilayah/regional, perencanaan lokal (kota/desa).
Klasifikasi ini dapat juga dilakukan seperti yang berlaku di Indonesia, yaitu perencanaan tata ruang wilayah nasional, wilayah propinsi, dan wilayah kabupaten/kotamadya; yang menghasilkan produk RTRW Nasional, RTRW Propinsi, RTRW Kabupaten/Kotamadya.

Hirarki operasional
Klasifikasi perencanaan berdasarkan tingkat operasional, misalnya saja dalam bentuk perencanaan program atau proyek secara sektoral; atau perencanaan wilayah terpadu yang bersifat lintas sektoral pada suatu kawasan tertentu.

Perencanaan SDM dalam organisasi kewirausahaan

Sumber-sumber tenaga kerja
Ada dua sumber perolehan tenaga kerja yaitu sumber intern dan sumber ekstern, tapi manajer lebih menyukai perolehan dari sumber intern karena dapat memotivasi karyawan yang sudah ada, tetapi juga manajer perlu mencari orang yang tepat dalam menduduki suatu posisi agar pekerjaan dapat berjalan secara efektif dan efesien dari luar organisasi.


Sumber Intern 
Ada tiga sumber penawaran intern, yaitu :
-      Penataran (Upgrading) yaitu dengan mendidik dan memberi latihan.
-      Pemindahan (transferring) yaitu posisi yang kurang disenangi ke posisi lain yang lebih memuaskan kebutuhan.
-      Pengangkatan (promoting) yaitu pengangkatan ke jabatan yang lebih tinggi lagi.

Sumber Ekstern

Sumber ekstern penwaran tenaga kerja dapat diperoleh antara lain dari lamaran pribadi yang masuk, organisasi karyawan, kantor penempatan tenaga kerja, sekolah-sekolah, para pesaing, imigrasi dan migrasi.

Tahapan proses seleksi

LANGKAH 1 : PENERIMAAN PENDAHULUAN
Proses seleksi merupakan jalur dua arah. Organisasi memilih para karyawan dan para pelamar memilih perusahaan. Seleksi dimulai dengan kunjungan calon pelamar ke kantor personalia atau dengan permintaan tertulis untuk aplikasi. Bila pelamar datang sendiri, wawancara pendahuluan dapat dilakukan. Ini akan sangat membantu dalam upaya menghilangkan kesalahapahaman dan menghindarkan pencarian informasi dari sumber tidak resmi (“jalan belakang”).

 LANGKAH 2 : TES-TES PENERIMAAN
Tes-tes penerimaan sangat berguna untuk mendapatkan informasi yang relatif obyektif tentang pelamar yang dapat dibandingkan dengan para pelamar lainnya dan para karyawan sekarang. Tes-tes penerimaan merupakan berbagai peralatan bantu yang menilai kemungkinan padunya antara kemampuan, pengalaman dan kepribadian pelamar dan persyaratan jabatan.

 LANGKAH 3 : WAWANCARA SELEKSI
Wawancara seleksi adalah percakapan formal dan mendalam yang dilakukan untuk mengevaluasi hal dapat diterimanya atau tidak (acceptability) seorang pelamar. Pewawancara (interviewer) mencari jawab dua pertanyaan umum. Dapatkah pelamar melaksanakan pekerjaan? Bagaimana kemampuan pelamar dibandingkan dengan pelamar lain? Wawancara mempunyai tingkah fleksibilitas tinggi, karena dapat diterapkan baik terhadap para calon karyawan manajerial atau operasional, berketerampilan tinggi atau rendah, maupun staf. Teknik ini juga memungkinkan pertukaran informasi dua arah : pewawancara mempelajari pelamar, dan sebaliknya pelamar mempelajari perusahaan.

 LANGKAH 4 : PEMERIKSAAN REFERENSI
Personal references-tentang karakter pelamar-biasanya diberikan oleh keluarga atau teman-teman terdekat yang ditunjuk oleh pelamar sendiri atau diminta perusahaan. Bila referensi diserahkan secara tertulis, pemberi referensi biasanya hanya menekankan hal-hal positif. Oleh karena itu, referensi pribadi pada umumnya jarang digunakan. Employment references. Mencakup latar belakang atau pengalaman kerja pelamar. Banyak spesifikasi personalia bersikap skeptis terhadap referensi-referensi tersebut, karena dalam kenyatannya organisasi sangat jarang untuk mendapatkan referensi yang benar.

 LANGKAH 5 : WAWANCARA ATASAN LANGSUNG
Atasan langsung (penyelia) pada akhirnya merupakan orang yang bertanggungjawab atas para karyawan baru yang diterima. Oleh karena itu, pendapat dan persetujuan mereka harus diperhatikan untuk keputusan penerimaan final. Penyelia sering mempunyai kemampuan untuk mengevaluasi kecakapan teknis pelamar dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pelamar tentang pekerjaan tertentu secara lebih tepat. Atas dasar ini banyak organisasi yang memberikan wewenang kepada penyelia untuk mengambil keputusan penerimaan final.

 LANGKAH 6 : KEPUTUSAN PENERIMAAN
Apakah diputuskan oleh atasan langsung atau departement personalia, keputusan penerimaan menandai berakhirnya proses seleksi. Dari sudut pandangan hubungan masyarakat (public relations), para pelamar lain yang tidak terpilih harus diberitahu. Departemen personalia dapat mempertimbangkan lagi para pelamar yang ditolak untuk lowongan-lowongan pekerjaan lainnya karena mereka telah melewati berbagai macam tahap proses seleksi.
Latihan dan pengembangan serta teknik yang dilakukan untuk karyawan baru dan lama

Tujuan dari Pelatihan dan Pengembangan Karyawan :
1.       Orientasi dan pengenalan perusahaan untuk karyawan baru
2.       Meningkatkan produktivitas
3.       Meningkatkan mutu
4.       Meningkatkan ketepatan dalam perencanaan SDM
5.       Meningkatkan semangat kerja
6.       Menarik dan menahan tenaga kerja yang baik
7.       Menjaga kesehatan dan keselamatan kerja
8.       Menghindari ketinggalan pengetahuan
9.       Menunjang pertumbuhan pribadi (personal growth)
10.     Mencapai tujuan dari perusahaan.


sumber - sumber :

http://bacaartikelbisnis.blogspot.com/2013/04/perencanaan-bisnis-yang-ideal.html
http://aprianiepujie-softskill.blogspot.com/2013/06/perencanaan-usaha-baru-penempatan-sdm.html
http://jurnalistikpsikologi.blogspot.com/2013/01/pelatihan-dan-pengembangan-karyawan-pt.html
http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2077093-tujuan-perencanaan-dan-manfaat-perencanaan/#ixzz2T2znzmlN
Mukhyi, Mohammad Abdul, Iman Hadi Saputro.1995.Pengantar Manajemen Umum. Depok.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar